Mimpi Doel untuk Sekolah di Film Si Doel Anak Betawi

Mimpi Doel untuk Sekolah di Film Si Doel Anak Betawi
Si Doel Anak betawi (Youtube)

 

Jauh sebelum sinema elektronik (sinetron) Si Doel Anak Sekolahan tayang di stasiun televisi swasta RCTI di era 1990, menjadi salah satu sinetron terfavorit yang sampai sekarang masih sering diputar ulang di salah satu stasiun televisi milik MNC Group. Penonton film di tanah air telah menikmati Film Si Doel Anak Betawi, yang tayang di bioskop tanah air pada tahun 1970an.

Film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, karya Aman Datuk Madjoindo terbit pada 1932 ini, mengisahkan keluarga sederhana yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak laki-laki bernama Doel dengan latar belakang kehidupan budaya Betawi.

Doel berusia sekitar 10 tahun yang belum masuk sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya,yang belum memadai untuk biaya bocah tersebut mengenyam pendidikan. Ibu Doel bernama Halimah tidak bekerja, sementara bapak Doel bernama Asman menjadi supir truk yang sering mengantarkan barang dari Jakarta ke Bogor.

Dalam kesehariannya Doel bermain dengan teman-temannya yang terkadang terjadi konflik dengan temannya, hingga suatu hari bapak Doel yang sedang mengemudikan truk mengalami kecelakaan tunggal dan meninggal. Tabiat Doel seketika berubah, dia tidak lagi bermain-main namun berjualan es (tanpa sepengetauan ibunya), untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama ibunya dan menabung untuk mewujudkan mimpinya bersekolah.

Setelah ibunya tahu Doel berjualan es, ibunya meminta Doel untuk berjualan jajanan pasar buatan ibunya seperti nasi uduk dan ketan urap, saat itu adik bapak Doel atau pamannya datang ke rumah mereka dan setelah mengetahui kakaknya meninggal dia berniat menikah dengan ibu Doel atau dalam budaya Betawi dikenal dengan istilah turun ranjang.

Apakah pernikahan ibu Doel dan pamannya akan berlangsung? Apakah Doel akan mencapai mimpinya bersekolah? Banyak hal yang bisa kita ketahui tentang budaya Betawi dan sikap pantang menyerah seorang anak, dalam film yang disutradarai Sjuman Djaya ini.

Ada beberapa pemeran dalam film ini, menjadi pemain dalam sinetron Si Doel Anak Sekolah yaitu Rano Karno sebagai Doel, Benyamin S sebagai bapak Doel, dan Tino Karno sebagai teman sekaligus musuh Doel bernama Safei. Sementara ibu Doel diperankan Tutie Kirana, dalam sinetron Si Doel Anak Sekolah perannya digantikan Aminah Cendrakasih.